18/08/17

FUAD Gelar Upgrading Organisasi Internal Mahasiswa

 

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak resmi menggelar Upgrading bagi Organisasi Internal Mahasiswa,  Jum'at,  (18/08/17)

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan III Fuad, Dr.  H.  Fitri Sukmawati,  M. Psi Psikolog dan dihadiri pula oleh Dekan Fuad,  Dr. Samsul Hidayat, MA dan beberapa pejabat di lingkungan FUAD.

Ketua Panitia,  Desi Fitriani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai motivasi bagi pengurus organisasi mahasiswa internal Fuad.

"Kegiatan ini khusus bagi pengurus Senat Mahahasiswa Fakultas (SEMA),  Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (DEMA) dan lima Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang telah dilantik sekitar tiga bulan yang lalu agar lebih termotivasi menjalankan program kerja," tukasnya.

Selain itu,  Desi juga menyebutkan bahwa kegiatan Upgrading tersebut akan diisi dengan empat materi yaitu kepemimpinan,  keorganisasian,  etika berorganisasi dan administrasi.

27/04/17

Toleransi Islam-Hindu di Desa Serdam I

 
KERANGA
PENDAHULUAN
  1. Bagaimana Agama-agama di Indonesia,  Khususnya Islam dan Hindu
  2. Fakta Unik Islam dan Hindu
  3. Apa  Fungsi Umum Masjid dan Pura
  4. Bagaimana Letak Geografis Masjid dan Pura
  5. Bagaimana Sekilas Sejarah Berdirinya Masjid dan Pura
  6. Bagaimana Gambaran Umum Masyarakat Sekitar

PEMBAHASAN
  1. Bagaimana Sejarah Berdirinya Masjid dan Pura
  2. Siapa Tokoh Agama Masjid dan Pura
  3. Bagaimana Tanggapan Tokoh Agama Masyarakat
  4. Apa Saja Problematika Bangunan yang Berdempetan
  5. Bagaimana Mengatasi Problematika yang Pernah Terjadi
  6. Bagaimana Peran Masjid dan Pura dalam Perdamaian
  7. Bagaimana  Bentuk Toleransi yang Digunakan
  8. Bagaimana Saat Hari Raya Islam
  9. Bagaimana Bentuk Toleransi Pada Hari Raya
  10. Bagaimana Bentuk Silaturahmi yang Terjalin

PENUTUP
  1. Apa Saja Bukti Toleransi yang Terjalin
  2. Bagaimana Bentuk Indahnya Keberagaman
  3. Apa Saja Fakta-fakta Unik dari Masjid dan Pura yang Berdampingan
  4. Bagaimana Toleransi yang Terjalin dapat Dijadikan Contoh
  5. Bagaimana Seharusnya Toleransi dan Perdamaian Antar Agama di Indonesia

03/03/17

Ini 26 Perguruan Tinggi Gratis Dengan Ikatan Dinas; Lulus Langsung Kerja

 




Sekarang kuliah bukan lagi hal yang tabu, bukan pula hal yang sulit. Karena sudah terbukti bahwa banyak mahasiswa yang berasal dari kalangan menengah kebawah sukses menyelesaikan perkuliahan. Bahkan sudah bias bekerja di tempat yang diinginkan.

Melihat peluang yang sangat besar untuk kuliah, kali ini jurnallukman akan berbagi tentang kuliah gratis dengan ikatan dinas yang dikutip dari mahasiswanews berikut 26 perguruan tinggi gratis dengan ikatan dinas.

1.  Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Akademi Ilmu Pemasyarakatan merupakan perguruan tinggi kedinasan yang terletak di bawah naungan Departemen Hukum dan HAM. AKIP melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan profesional program Diploma III yang ditujukan pada keahliaan khusus di bidang Pemasyarakatan. Kampus ini terletak di jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.akip-kemenkumham.ac.id
2.    Akademi Kimia Analis Bogor, Politeknik AKA Bogor didirikan sebagai Akademi Kimia Analisis (AKA) Bogor pada tahun 1959 oleh Departemen Perindustrian Rakjat (sekarang Kementerian Perindustrian) yang kala itu menyelenggarakan program Sarjana Muda dengan tujuan untuk menyediakan tenaga analis tingkat akademi yang diperlukan oleh Balai Penelitian Kimia (sekarang Balai Besar Industri Agro (BBIA)Bogor). Kampus ini terletak Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id
3.     Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) adalah salah satu perguruan tinggi milik pemerintah di bawah pengelolaan Kementerian Perindustrian. Kampus ini belokasi di Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.poltekapp.ac.id
4.  STEM AKAMIGAS – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral), Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) ini di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id
5.  AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan, Akademi ilmu pemasyarakatan (AKIP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, didirikan atas pertimbangan adanya kebutuhan sumber daya manusia di bidang Pemasyarakatan yang mendesak sehubungan dengan adanya perubahan sistem perlakuan terhadap pelanggar hukum di Indonesia dari Sistem Kepenjaraan menjadi Sistem Pemasyarakatan. Pendaftaran online di www.akip-kemenkumham.ac.id Lokasi kuliah di Depok.
6.    Akmil – Akademi Militer RI, Sejarah Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.ac.id
7.      Akpol – Akademi Kepolisian RI, Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi Pada Tingkat Mabes Polri, tugas pokok Akpol adalah bertugas menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi. Pendaftaran kunjungi di www.penerimaan.polri.go.id
8.      Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimitolgi, dan Geofisika (STMG), Kampus ini berlokasi di Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website stmkg.ac.id atau http://ptb.stmkg.ac.id
9.   Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang semula bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. Kampus ini berlokasi di Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id
10.  Politeknik Keuangan Negara – STAN (STAN)
Politeknik Keuangan Negara STAN merupakan sekolah tinggi kedinasan yang semula bernama Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Transformasi ini menjadikan PKN STAN semakin berkembang dan mampu bersaing dengan universitas terkemuka lainnya baik dalam maupun luar negeri. Website www.pknstan.ac.id
11. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center, Multi Media Training Centre (MMTC) adalah lembaga penyelenggara pendidikan dan latihan milik Pemerintah yang berdiri pada tanggal 31 Juli 1985. Sesuai dengan tuntunan jaman, maka kini MMTC telah menjadi Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta (STMM MMTC) yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id  Lokasi kuliah di Yogyakarta
12.  Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id
13.  Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) didirikan pada tanggal 24 Desember 1960 dengan keputusan Menteri Pertama RI No. 578/MP/1960 dengan nama Perguruan Tinggi Dinas Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN). Kampus ini berlokasi di Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.stialan.ac.id
14.  Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id
15.  Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp-bandung.ac.id
16.  Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id
17.  Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id
18.  Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id
19.  Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id
20.  Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id
21.  Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.com
22.  Sekolah Tingi Kesejahtraan Sosial Jawa Barat, Jalan H Juanda 367, Bandung, website www.stks.ac.id
23.  STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online di www.stis.ac.id. Lokasi kuliah Jakarta
24.  STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id
25.  STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta
26.  STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id  Lokasi kuliah di Bogor. 

Tunggu apa lagi? Segera manfaatkan peluang ini. Siapa tahu merupakan rezeki yang sudah lama dinanti-nanti. Informasikan juga pada keluarga, kerabat, teman, dls. "Sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama". Barakallah.

01/03/17

Sudah Tahu Sejarah IAIN Pontianak? Baca Ini

 

IAIN Pontianak merupakan kampus Islam negeri pertama dan terbesar di Kalimantan Barat. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat muslim, terutama bagi dosen dan mahasiswa. Namun, sungguh sangat disayangkan apabila kita masyarakat muslim Kalimantan Barat tidak tahu sejarah dari IAIN Pontianak.

Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini Maha Khatulistiwa akan berbagi informasi tentang sejarah IAIN Pontianak yang dikutip dari Web Resmi IAIN Pontianak. Berikut informasinya:

Berawal dari terbentuknya yayasan Sadar pada tahun 1965, yang diketuai oleh Bapak A. Muin Sanusi, Walikota Pontianak pada saat itu, kemudian diikuti dengan pembentukan Dewan Kurator yang diketuai oleh Brigjend Ryacudu, Pangdam XII Tanjungpura.

Dalam yayasan dan dewan Kurator inilah ulama, aparatur pemerintah daerah dan masyarakat Kalbar berkerjasama marajut asa dan mewujudkan cita-cita agar di daerah ini berdiri sebuah lembaga pendidikan tinggi agama Islam.

Pada bulan Juli 1965, yayasan Sadar mendirikan Fakultas Tarbiyah di Pontianak yang kemudian disusul dengan Fakultas Ushuluddin di Singkawang dengan status sebagai Fakultas Muda yang menyelenggarakan jenjang pendidikan Diploma dengan gelar Bachelor of Art (BA).

Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kelembagaan Fakultas Tarbiyah Pontianak tersebut, di awal 1969 berdasarkan dokumen kesepakatan antara yayasan Sadar Pembina Fakultas Tarbiyah Pontianak dengan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, telah dikirimkan 3 (tiga) orang dosen dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Drs. Ahmad Lujito (Ahli Ilmu Pendidikan), Drs. Mardiyo (Ahli Bahasa Arab) dan Drs. Moh. Ardani (Ahli Ilmu Agama).

Setelah berjalan selama 4 (empat) tahun dan atas jerih payah ketiga orang tersebut, Fakultas Tarbiyah Pontianak bersama-sama dengan Fakultas Ushuluddin Singkawang, dinegerikan dengan berdasarkan pada Surat Keputusan (SK) Menteri Agama No. 26 Tahun 1969 sebagai cabang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ditandatangani oleh Moh. Dahlan selaku Menteri Agama RI pada saat itu.

Kemudian pada tahun 1973, Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Singkawang dipindahkan ke Pontianak dan dilebur dengan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Pontianak, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 93 Tahun 1973 tentang Pemindahan Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Singkawang ke Fakultas Tarbiyah di Pontianak. Surat Keputusan tersebut ditandatangani oleh H. A. Mukti Ali selaku Menteri Agama RI pada bulan Oktober 1973.

Pada tanggal 1 Desember 1975, Menteri Agama RI mengeluarkan sebuah SK tentang Pembentukan Dewan Kurator Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Pontianak dengan Brigadir Jenderal Kadarusno (selaku Gubernur Kalbar pada saat itu) sebagai Ketua, Mochommad Barir, SH (selaku Walikota Pontianak) sebagai Wakil Ketua, dan Drs. H. Moh. Ardani (selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Pontianak) sebagai Sekretaris.

Kemudian ada 12 orang anggota yaitu, M. Yusuf Syueb, Dr. H. Soegeng, Drs. Batara Batubara, Moh. Damiri, Chatib Sjarbaini, Ust. H. A. Rani Mahmud, Tan Abdullah, Drs. Tammar Abdul Salam, Drs. Abdul Rasyid, Usman Samad BA, Ir, Said Ja’far dan satu nama tidak terbaca lagi dalam SK tersebut. Dewan Kurator menurut SK tersebut berfungsi sebagai Dewan Penyantun Keperluan/Kebutuhan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta cabang Pontianak.

Setelah berjalan 8 (delapan) tahun, dengan adanya perkembangan dan peningkatan kelembagaan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka Institut Fakultas cabang Pontianak tidak lagi dipergunakan lagi dan berubah menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak, berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor 65 tahun 1982.

Selain dari pada itu, bentuk awal Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak dengan status Fakultas Muda yang hanya dapat menghasilkan Sarjana Muda (BA), kemudian berkembang menjadi Fakultas madya pada tahun 1982 berdasarkan pada Keputusan Menteri Agama RI Nomor 69 Tahun 1982. Ini berarti sejak tahun 1982 lembaga ini sudah memiliki kewenangan untuk menghasilkan sarjana penuh (Drs/Dra).

Lima belas tahun kemudian, melalui Keputusan Presiden No. 11 tanggal 21 Maret 1997, bertepatan dengan tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.,Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak, bersama-sama dengan 32 Fakultas jauh IAIN lainnya di seluruh Indonesia, berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).

Sejak itu pula, istilah Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta di Pontianak berubah menjadi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak. Dengan demikian, STAIN Pontianak beserta STAIN-STAIN lainnya memperoleh kesempatan untuk mandiri, tidak lagi merujuk kepada IAIN induk.

Independensi yang menjadi konsekuensi dari perubahan bentuk di atas disambut oleh STAIN Pontianak dengan berbagai kegiatan penataan diri. Penataan ini meliputi penataan infra-struktur (peningkatan SDM, sarana prasarana, peningkatan pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat), dan penataan supra-struktur (peningkatan system administrasi dan sistem manajemen).

Penataan infra-struktur dan supra-struktur semacam ini membutuhkan proses waktu, oleh karena itu, sejak awal STAIN Pontianak sudah menggariskan prinsip dinamisme dan fleksibelitas dalam pengelolaan kelembagaannya. Maksud dari menggariskan prinsip ini adalah agar program-program yang dikelola bersifat adaptif, progresif, dan yang tak kalah pentingnya adalah market oriented.

Selanjutnya, Program Pascasarjana (PPs) STAIN Pontianak mulai diresmikan pada tahun 2011 dengan Surat Keputusan Kemennterian Agama RI tentang pembukaan program Pascasarjana, khususnya untuk program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui Keputusan Dirjend. Pendidikan Islam Nomor Dj.I/806/2010.

Pada tahun 2013 STAIN Pontianak membuat sejarah baru dengan perubahan statusnya menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. perjalanan STAIN Pontianak menjadi IAIN Pontianak begitu panjang, dengan adanya dukungan dari Walikota Pontianak, Sutarmidji, SH., M.Hum yang memberikan bantuan penyediaan tanah untuk kampus IAIN Pontianak.

Visitasi hingga audiensi Forum Pimpinan PTAIN se-Indonesia dengan Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudoyono, pada tanggal 23 Juli 2013 di Istana Negara mempermudah jalan tersebut. Forum Pimpinan PTAIN se-Indonesia mendesak agar Presiden RI segera menyetujui peningkatan status PTAIN dari STAIN menjadi IAIN, yaitu IAIN Tulung Agung, IAIN Palu, IAIN Padangsidempuan, IAIN Pontianak, dan IAIN Ternate, dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudoyono, Nomor 53 Tahun 2013 pada tanggal 30 Juli 2013 tentang Perubahan STAIN Pontianak menjadi IAIN Pontianak.

Demikian informasi tentang sejarah IAIN Pontianak. Semoga mampu membakar semangat mahasiswa dan juga dosen untuk senantiasa menjaga nama baik dan semakin mengharumkan nama IAIN Pontianak di masa yang akan datang dengan prestasi-prestasi yang gemilang.

28/02/17

Inilah 7 Langkah Meraih IP Semester 4.00 ala Imam KPI

Setiap mahasiswa pasti menginginkan Indeks Prestasi (IP) yang tinggi pada setiap semester perkuliahan. Namun kenyataannya, banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Mungkin hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Namun faktor yang paling utama tentu disebabkan oleh mahasiswa itu sendiri.
jurnallukman telah mewawancarai Imam Maksum yang merupakan mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak yang meraih IP 4.00 pada semeter ganjil (tiga, red) Tahun Akademik 2016/2017. 
Ditemui di ruang 312 Gedung Prof. Saifuddin Zuhri IAIN Pontianak, Selasa (28/02/2017), Imam yang sekarang duduk di semester 4 membeberkan langkah-langkah bagaimana memperoleh IP Semester tinggi bagi mahasiswa yang menginginkannya. Berikut 7 langkahnya:

1.       Niat dan Target
Segala sesuatu memang harus disertai dengan niat. Seorang mahasiswa harus mempunyai niat untuk meraih IP Semester tinggi sesuai keinginannya. Dan dalam niat juga terpatri target IP Semester yang akan diraih.
2.       Rajin Masuk Kuliah
Dengan selalu hadirnya mahasiswa di kelas, dosen akan memberikan nilai yang pantas.  bagi mahasiswa yang selalu rajin masuk kelas dan mengikuti pelajaran. Sebab, kehadiran mahasiswa yang tercatat di absensi atau KHK (Kartu Hadir Kuliah) menjadi penilaian dosen.
3.       Aktif dan Kritis
Sebenarnya mahasiswa memang dituntut untuk aktif di kelas dan sudah semestinya pula untuk belajar berikap kritis terhadap pelajaran, terutama pada saat diskusi berlangsung. Dosen akan melihat seberapa aktif dan kritisnya mahasiswa di kelas dan menjadikannya nilai plus.
4.       Kerjakan Tugas
Setiap Dosen yang mengajar pasti memberikan tugas untuk mengetahui kemampuan mahasiswa. Dari sini mahasiswa bisa beruaaha keras untuk mengerjakan tugas dari doen tersebut dengan sebaik-baiknya.
5.       Persiapkan UTS dan UAS
Semua mahasiswa tahu bahwa nilai UTS dan UAS adalah 30% + 40% = 70%. Dari sini mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan baik dan berusaha menguasa pelajaran yang akan diujiankan.
6.       Bersikap Sopan pada Dosen
Terhadap siapapun hendaknya bersikap sopan. Di kampus, mahasiswa sebaiknya bersikap sopan dengan dosen. Banyak cara yang dapat dilakukan, seperti bersilaturahmi dan lain sebagainya. Atau yang lebih mudah adalah dengan menyapa atau sekedar tersenyum ketika bertemu dosen.
7.       Do’a dan Ikhtiar
Setelah berrbagai macam usaha telah dilakukan oleh mahasiswa untuk meraih IP Semester yang tinggi, mahasiswa juga harus berdo’a agar diberikan hasil yang terbaik. Dan selanjutnya serahkan kepada Allah SWT yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.

Demikianlah 7 langkah meraih IP Semester 4.00 ala Imam KPI. Bagi mahasiswa yang belum mencapai target harus tetap semangat dan jangan mudah putus asa. Terus motivasi diri untuk lebih baik dan lebih baik lagi, selagi masih ada kesempatan. Dan yang terpenting adalah menikmati prosesnya, karena segala keinginan tidak serta merta akan tercapai tanpa proses. Good Luck!

13/01/17

Mahasiswa Jurnalistik IAIN Pontianak Kuliah di Taman Digulis

 

Pontianak - Mahasiswa Konsentrasi Jurnalistik semsester 3, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Pontianak menggunakan area Taman Digulis sebagai tempat melaksanakan perkuliahan,  Kamis (05/01/16).
Silvina dosen perkuliahan tersebut mengatakan, bahwa perkuliahan di luar kelas dilakukan untuk melatih sekaligus pembiasaan bagi mahasiswa dalam mencari berita secara langsung di lapangan layaknya seorang jurnalis.
“Mahasiswa akan mengamati keadaan sekitar Digulis termasuk area joging track dan mewawancarai beberapa pengunjung untuk dijadikan berita sesuai dengan tema yang mereka pilih sebelumnya terkait taman Digulis,” paparnya.
Silvina meneruskan bahwa perkuliahan tersebut sebenarnya dilakukan untuk melanjutkan perkuliahan sebelumnya yaitu pembuatan blog pribadi.
“Jadi, hasil berita yang dibuat nantinya akan dikoreksi, lalu diposting di blog masing-masing mahasiswa dan tentunya menjadi bahan penilaian,” jelasnya.
Satu diantara mahasiswa jurnalis yang ikut dalam perkuliahan tersebut, Maulio Tri Suwito  merasa senang dengan perkuliahan yang dilakukan di area Taman Digulis.
“Bisa praktik langsung bagaimana mencari berita dan mewawancarai orang yang belum kita kenal tentunya menjadi tantangan bagi kami, tapi setidaknya kuliah di sini lebih enjoy daripada di kelas,” ungkapnya.
Pemilihan Taman Digulis sebagai tempat praktik mencari dan membuat berita merupakan kesepakatan antara mahasiswa yang berjumlah 23 dengan dosen pengampu.
Maulio menambahkan bahwa jarak yang cukup dekat dengan kampus dan ramainya pengunjung pada sore hari juga menjadi alasan tersendiri dipilihnya Taman Digulis.

01/12/16

PUISI - Aku dan Kamu

 
Aku dan kamu
Bukanlah sedarah
Bukan keluarga
Bukan sesuku jua

Aku dan kamu
Tidak serumah tapi bagai tetangga
Tidak sekaki tapi selalu sehati
Tidak sekata tapi senada

Tapi kenapa ya?
Aku merasa
Kita lebih dekat daripada jari telunjuk dan jari tengah
Beda, terpisah... tapi tak ada batasannya

Memang
Kadang
Tapi jarang
Kita beda timbang
Tak sepandang

Inikah sahabat?
Biasa berdebat
Berbeda pendapat
Tapi tetap erat
Menjadikan hidup lebih semangat

Engkaulah sahabatku
Masalahku kau jadikan masalahmu
Senangmu kau haruskan juga menjadi senangku