01/12/16

Masker Bantu Eksistensi Hijaber

 


Masker memang biasa digunakan saat berkendara sepeda motor, saat musim kabut asap atau saat kemarau yang menyebabkan debu polusi. Namun akhir-akhir ini masker menjadi salah satu gaya hidup baru bagi hijaber yang eksis di media sosial.

Hal ini dibenarkan oleh hijaber yang sedang duduk di jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) semester III, Sekar, pada Sabtu (19/11).

“Iya sih, akhir-akhir ini emang banyak hijaber yang posting foto di medsos (media sosial, red) pake masker. Saya rasa saat ini masker bisa dikatakan life style lah, terutama bagi hijaber. Karena kalau pake cadar tu paradigma orang ke kita bisa lain,” tuturnya.

Mengunggah atau memosting foto di media sosial menjadi salah satu bentuk eksistensi pemilik akun itu sendiri, dan berlaku pula bagi seorang hijaber. Seperti yang diungkapkan Adhe, pada Senin (21/11). Seorang mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester III, yang juga merupakan hijaber yang pernah mengunggah foto dirinya menggunakan masker.

“Saya kan kalau bawa motor emang suka pake masker, apalagi sekarang kan cuaca juga tidak tentu. Ya untuk jaga-jaga aja sih awalnya. Tapi lama-kelamaan saya rasa keren aja kalau di posting, liat di medsos pun banyak yang posting foto pake masker. Bisa dibilang tetap eksis meskipun tertutup,” ungkapnya.

Memang sesuatu yang biasa dapat menjadi tren dan gaya hidup. Tergantung siapa yang mengikutinya. Untuk menilai gaya hidup baru apakah positif atau negatif, itu kembali ke pribadi masing-masing.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar